25 Desember, 2008

Teruntuk Ibuku tersayang

"A song for Mama"
by Boyz 2 Men

you taught me everything
and everything you've given me
i always keep it inside
you're the driving force in my life
yeah
there isn't anything
or anyone that i can be
and it just wouldn't feel right
if i didn't have you by my side
you were there for me to love and care for me
when skies were gray
whenever i was down
you were always there
to comfort me
and no one else can be
what you have been to me
you'll always be
you will always be the girl
in my life for all times

chorus:
Mama
mama you know i love you
(oh you know i love you)
mama
mama you're the queen of heart
your love is like
tears from the stars
mama i just you to know
lovin' you is like food to my soul

you're always down for me
have always been around for me even when i was bad
you showed me right from my wrong
(yes you did)
and you took up for me
when everyone was downin' me
you always did understand
you gave me strength to go on
there was so many times
looking back when i was so afraid
and then you come to me
and say to me
i can face anything
and no one else cando
what you have done for me
you'll always be
you will always be
the girl in my life

Chorus:
Mama
mama you know i love you
(oh you know i love you)
mama
mama you're the queen of heart
your love is like
tears from the stars
mama i just you to know
lovin' you is like food to my soul

never gonna go a day without you
fills me up just thinking about you
i'll never go a day
without my mama

Chorus:
Mama
mama you know i love you
(oh you know i love you)
mama
mama you're the queen of heart
your love is like
tears from the stars
mama i just you to know
lovin' you is like food to my soul
-------------------
Selamat Hari Ibu....Terima Kasih duhai Ibuku...q kn slalu ingat sgala jasa, kasih sayang, do'a dan smangatmu....someday...i promise i will make your dreams come true...i will make you proud of me...n i will always pray for your health, happiness, and everything i do i will do it for you...terima kasih...thanks a bunch...arigato gozaimasu....te$ekkur ederim....sukria...jazakillah...matur nuwun sanget....for everything you do and give to me (^^maifa^^)

Kode Etik Guru

Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam Kongres X111 t:ahun 1973 di Jakarta, dan disempurnakan dalam Kongres XVI tahun 1989 di Jakarta, sebagai berikut :

Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa , Bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya.
Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut :

1.Guru berbakti membirnbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia
seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2.Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.
3.Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan
bimbingan dan pembinaan.
4.Guru rnenciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses
belajar-mengajar.
5.Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya
untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
6.Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatican mutu dan
martabat profesinya.
7.Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan
sosial.
8.Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai
sarana perjuangan dan pengabdian.
9.Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dalam bidang pendidikan.

Disarikan dari: http://blog.persimpangan.com/blog/2007/08/06/kode-etik-guru-indonesia/

Dedicated to My Daddy

Dear Daddy….
I love you with all my heart
And to me you are so bright
Every time I drop my tears
I feel you are somewhere near

When I had problems
You were always there to solve them
I thank God that HE gave such a great Daddy to me

Dear Daddy….
I pray day and night
Hope Daddy and Mommy are alright
I know God’s love and promises so true
That I pray HIM to help me
In making Daddy and Mommy’s dreams come true

Still fresh in my mind
When Daddy ask me to stay in the right line
Still fresh in my heart
Whatever happens you asked us not to be apart

Dear Daddy….
I hope you can see
That you mean the world to me
I hope you can hear
That with God beside me, I have no fear

Dear Daddy….
I’ll be a tough man
That through the pains and obstacles like great jungle
I will stay to struggle
And always be humble

Dear Daddy….
You are the only man that I love so much
With love that God’s given me
In learning about life and everything inside
I promise that I will make you proud
I will make our family live in better and happier life

Dear Daddy….
I believe you can see me there
Flying everywhere sometimes with no care
With pains that I should bear
But….believe me Daddy
I pray God not to think any man, but you
I pray God to close my heart till I have made your dream come true
I pray God that every step I take
Every word I say and every move I make
Are for no one but HE, mommy and you

Dear Daddy…
Feel no worry
Coz God always love and protect me
Just Smile
Coz with God’s guidance I can trough every mile
Dear Daddy….
I do miss you and I will wait you in my dream.

^^arachi^^:)

ARTIKEL FISIKA #2

ABSTRACT


Fitriyah, Luluk Khoirul. 2008. Design and Fabrication of Eyeglass Dioptry Mesuarement Equipment using Two Lens Method Based on Microcontroller AT89S51. Thesis. Physics Departement. Science and Teknology Faculty. The State Islamic University (UIN) Malang.
Advisor : (1) Agus Mulyono, M.Kes. (2) Ahmad Nasichuddin, M.Ag.


Key words: Dioptry Mesuarement Equipment, Microcontroller AT89S51

To determine the strenght of eyeglass lens that suitable for heterophy is usually used a trial method. This method is uneffective because need many lens and sometimes is used Retinoskop Canon RK-F1 that the price so expensive.
The purpose of this thesis was to get dioptry measurement equipment of eyeglass (the strenght of lens) that suitable for the heterophy especially ametropia. The method used to determine lens strenght of eyeglass is two lens method which is combination of two dome shaped with the some focus value. The focus value used in this research is 25 cm.
The sample of this research obtained from student Islamic State University (UIN) of Malang who used the eyeglass. The data collecting start on February-March 2008. Then the data was analysed and compared with the results of check-up in the optic that to determined the plessision of the strenght of convex lens of eyeglass using two lens method.
The result of examination to dioptry dome shape of glasses, in controlling system in order microcontroller AT89S51, motor stepper, even liquid cristal display (LCD) it can be coneluded that using the design can determinate the strenght of lens that identical with the optic mesuarement. Using the method shows the relative miscalculate about 8.09%.

ABSTRAK


Fitriyah, Luluk Khoirul. 2008. Perancangan dan Pembuatan Alat Ukur Dioptri Kacamata dengan Menggunakan Metode Dua Lensa Berbasis Mikrokontroler AT89S51. Skripsi. Jurusan Fisika. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
Pembimbing: (1) Agus Mulyono, M.Kes. (2) Ahmad Nasichuddin, M.Ag.


Kata kunci: Alat Ukur Dioptri, Mikrokontroler AT89S51

Untuk menentukan nilai kuat lensa kacamata yang cocok bagi penderita cacat mata, biasanya digunakan metode coba-coba. Metode tersebut dapat dikatakan kurang efektif karena membutuhkan lensa yang banyak. Kadang juga digunakan retinoskop canon RK-F1 yang harganya sangat mahal.
Dalam skripsi ini tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menghasilkan alat ukur dioptri (kuat lensa) kacamata yang cocok bagi penderita cacat mata khususnya cacat mata ametropia. Metode yang digunakan untuk menentukan kuat lensa kacamata adalah metode dua lensa yaitu gabungan dua lensa cembung dengan nilai fokus yang sama. Nilai fokus yang digunakan pada penelitian ini adalah 25 cm.
Penelitian ini mengambil sampel Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang berkacamata. Data dikumpulkan pada bulan Februari-Maret 2008, data yang diperoleh kemudian dianalisis dan hasilnya dibandingkan dengan hasil pemeriksaan di toko-toko optik untuk menentukan ketelitian pada alat ukur kuat lensa dengan menggunakan metode dua lensa.
Dari hasil pegujian terhadap alat ukur dioptri kacamata melelui sistem pengontrol baik pengontrol mikrokontroller AT89S51, motor stepper maupun liquid cristal display (LCD) dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan alat ukur dioptri kacamata metode dua lensa dapat menentukan kuat lensa kacamata sesuai dengan hasil perbandingan nilai kuat lensa hasil pemeriksaan di toko optik. Pemeriksaan dengan menggunakan metode dua lensa menunjukkan nilai kesalahan relatif sebesar 8.09%.

ARTIKEL FISIKA #1

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGONTROL SUHU RUANGAN BERBASIS

ABSTRAK

Rahman, 2008, Otomatisasi Parkir Kendaraan Berbasis Mikrokontroler AT89S51. Skripsi Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Dosen Pembimbing : I. Ahmad Abtokhi, M. Pd.

II. Munirul Abidin, M.Ag


Kata Kunci: Otomatisasi, Parkir, Mikrokontroler AT89S51.


Skripsi ini bertujuan untuk membuat otomatisasi parkir kendaraan berbasis mikrokontroler AT89S51. Karena di kota-kota besar pertumbuhan jumlah kepemilikan mobil sangat cepat, sehingga pengaturan tempat parkir mengalami kesulitan apalagi pada tempat-tempat keramaian seperti parkir pada gedung bertingkat dan tempat-tempat perbelanjaan (swalayan-swalayan). Hal ini menyebabkan perlunya cara pengaturan tempat parkir yang mudah dan baik.

Selama ini pengaturan parkir dilakukan secara konvensional membutuhkan banyak tenaga kerja atau karyawan yang dipekerjakan untuk membantu kelancaran pengaturan tempat parkir. Hal ini jelas tidak efisien karena membutuhkan banyak waktu untuk mendapatkan informasi tempat parkir, apakah tempat parkir tersebut masih ada yang kosong atau sudah penuh.

Dari hasil perancangan, pengujian dan anlisis sistem otomatisasi parkir kendaraan berbasis mikrokontroler AT89S51 ini mampu memberikan informasi pada pengemudi mobil tentang lokasi parkir yang masih kosong pada area parkir.

20 Desember, 2008

"Mother of Light"

It always put me on the edge,
To think of all the spoilt lives
Today I'm one step further
Not sure if I've survived myself

Reality is sometimes stranger than fiction
Whatever happens in my dreams
I know it can't be worse than this
So I prefer to sleep

I am searching
~ without vision ~
For the answers in the dirt

I am waiting
~ just for nothing ~
For the day that I'll be heard

You're the sea in which I'm floating
And I lose myself in you
I am feeling these sensations
I communicate with you

I am looking
~ without vision ~
For a different kind of way

I am thinking
~ just for nothing ~
About that specific day

You're the night so you're the dark side
Of the day you'll never see
You're the past but everlasting
Can you share one day with me?

You're the hand that I rejected
But I can't forgive myself
I am selfish and not worthy
To think of, even to die for

Tomorrow, don't know where I'll be
I need some place to go now
So do you know the way I feel
Or shall I give up my belief?

You?re the lock I've never opened
'Cause I threw away the key

I'm enclosed within my own thoughts
That will never set me free

You're the question to the answer
And without there'll never be
Any thought in this direction
You've created this in me

Serenity is taking over all I am, it gives me peace
And all I see are visions of my destiny
Why should I bleed and pay for the others' greed?

We consciously sign our own sentence of death
How can you go on, did you forget
What we have learned from the past?
We can't go on killing ourselves
And with us all the rest
Why can't you see, don't you regret?

I am alone with all my thoughts
Alone without a hope and
I lost the thing I needed most
I feel I can't survive this fall

.......................................

the lyrics of the song reminds me of my friend in someplace somewhere and sometime.....T_T

19 November, 2008

OPTIMALISASI PENANGGULANGAN PERMASALAHAN SAMPAH DI KABUPATEN PASURUAN MELALUI SISTEM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)

BAB I

PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Pada dasarnya manusia adalah memanfaatkan sumber daya alam yang berasal dari lingkungan, serta mengembalikan hasil aktifitas berupa buangan (waste) kembali kelingkungan. Keseimbangan dampak positif pemanfaatan sangat dipengaruhi oleh penggunaan teknologi yang digunakan untuk mengeksplor sumber daya alam, mengolah buangannya, serta daya asimilasi atau daya dukung lingkungan.

Meningkatnya aktifitas masyarakat seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang kemudian di ikuti dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk akan semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan. Penurunan kualitas lingkungan secara terus-menerus menyudutkan masyarakat pada permasalahan degradasi lingkungan. Salah satu permasalahan lingkungan yang berkaitan erat dengan pelayanan publik diwilayah pasuruan adalah pengolahan sampah. Volume sampah yang meningkat dengan laju pertumbuhan eksponensial akan menghadapkan pada permasalahan kebutuhan lahan pembuangan sampah, serta semakin tingginya biaya pengolahan sampah dan biaya-biaya lingkungan ( Aji Mukti : 2008,-01).

Sampah dan penanggulangannya dewasa ini menjadi masalah yang kian memprihatinkan di Kabupaten Pasuruan, sebab apabila tidak dilakukan penanganan yang baik akan mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan atau tidak diharapkan sehingga dapat mencemari lingkungan baik terhadap tanah, air dan udara. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut diperlukan penanganan dan pengendalian terhadap sampah. Penanganan dan pengendalian sampah tersebut akan menjadi semakin kompleks dan rumit dengan semakin kompleksnya jenis maupun komposisi dari sampah sejalan dengan semakin majunya kebudayaan. Oleh karena itu, optimalisasi penanggulangan permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan harus terwujud.

Untuk mencapai target efektifitas dan efisiensi yang tinggi dalam penanggulangan permasalahan sampah dikabupaten pasuruan maka dalam pengelolaannya harus cukup layak diterapkan yang sekaligus disertai upaya pemanfaatannya sehingga diharapkan mempunyai keuntungan berupa nilai tambah. Untuk mencapai hal tersebut maka perlu pemilihan cara dan teknologi yang tepat, perlu partisipasi aktif dari masyarakat sumber sampah berasal dan kerja sama antar lembaga pemerintah yang terkait (antara departemen Koperasi, Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan dan Industri maupun lembaga keuangan). Di samping itu, diperlukan aspek legal untuk dijadikan pedoman berupa peraturan-peraturan mengenai lingkungan demi menanggulangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan maka perlu dicari suatu cara pengelolaan sampah secara baik dan benar melalui perencanaan yang matang dan terkendali dalam bentuk pengelolaan sampah secara terpadu.

Sebagai anak bangsa dan generasi penerus yan bertanggung jawab terhadap kelangsungan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable environment), kita terpanggil untuk secara bersama-sama melakukan tindakan kolektif dalam upaya pengoptimalan penaggulangan permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan. Konsep rencana pengelolaan sampah secara dini perlu dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan suatu sistem pengelolaan sampah yang modern, dapat diandalkan dan efisien dengan teknologi yang ramah lingkungan. Selain itu, sistem penanganan dan penanggulangan yang optimal, efektif dan efisien sangat diperlukan terkait dengan semakin besarnya fenomena global warming yang sebagian juga disebabkan oleh penanganan permasalahan sampah yang masih kurang optimal.

Konsep rencana penanggulangan permasalahan sampah ini dilakukan dengan meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang dapat memenuhi tuntutan dalam paradigma baru pengelolaan sampah. Untuk itu dilakukan usaha untuk mengubah cara pandang sampah dari bencana menjadi berkah. Hal ini penting karena pada hakikatnya timbunan sampah masih mengandung komponen-komponen yang sangat bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi, namun karena tercampur secara acak maka nilai ekonominya hilang dan bahkan sebaliknya hal tersebut akan berkontribusi pada fenomena global warming yang dapat menimbulkan bencana yang membahayakan keberlanjutan lingkungan hidup (sustainable environment). Berdasarkan tinjauan berbagai latar belakang inilah, penulis menawarkan suatu solusi optimalisasi penanggulangan sampah di Kabupaten Pasuruan yang dilakukan melalui sistem 3 R (Reduce, Reuse, Recycle).




  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka ada beberapa rumusan masalah, diantaranya :

        1. Apakah penyebab kurang optimalnya penanggulangan permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan?

        2. Bagaimana cara mengoptimalisasi penanggulangan permasalahan sampah melalui metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle)?


  1. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk:

        1. Mendeskripsikan penyebab kurang optimalnya penanggulangan permasalahan sampah di kabupaten pasuruan.

        2. Mendeskripsikan cara mengoptimalisasi penanggulangan permasalahan sampah melalui metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle).


  1. Manfaat Penulisan

a. Bagi pelajar

        1. Sebagai sumber informasi dan tambahan pengetahuan tentang lingkungan terutama bagi pihak yang hendak mengadakan penulisan lebih lanjut tentang hal-hal yang masih belum terungkap dalam penulisan ini.

        2. Sebagai sarana pembelajaran bagi siswa untuk meningkatkan pengetahuan akan manfaat sampah.

        3. Sebagai dasar peduli terhadap lingkungan dengan ikut andil meminimalisir sampah dengan pemanfaatan sejak dini.

b. Bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan

  1. Sebagai rekomendasi bagi pemerintah dan Dinas-dinas terkait Kabupaten Pasuruan.

  2. Sebagai bahan pertimbangan kebijakan penanggulangan permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan.

c. Bagi Masyarakat

  1. Sebagai sarana perolehan informasi tentang metode alternatif pendayagunaan sampah.

  2. Sebagai sumbangsih himbauan untuk sama-sama peduli dan rasa memiliki kabupaten pasuruan.

BAB II

KAJIAN TEORI


  1. Pengertian Sampah dan Penaggulangan Sampah

Sampah pada dasarnya merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktifitas maupun proses-proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi yang negatif karena dalam penanganannya baik untuk membuang atau membersihkannya memerlukan biaya yang cukup besar.

Ada beberapa pendapat mengenai definisi sampah diantaranya :

  • Sampah (waste) adalah sebagian dari suatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia ( termasuk kegiatan industri), tetapi bukan biologis ( karena human waste tidak termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat padat (Azwar, 1990)

  • Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia oleh Gita Media Press sampah didefinisikan sebagai barang atau sesuatu yang tidak dipakai lagi sehingga dibuang, kotoran seperti kertas, plastik, daun, dan sebagainya.

  • Semua jenis buangan yang bersifat padat atau semi padat yang dibuang karena tidak dipergunakan untuk tidak diinginkan (Tchobano Glous)‏.

  • Sesuatu yang tidak dapat digunakan, dibuang, yang berasal dari kegiatan atau aktivitas manusia (A.P.H.A)‏.

  • Sebagian dari benda atau hal-hal yang dipandang tidak digunakan, tidak disenangi atau dibuang, sisa aktifitas kelangsungan hidup manusia (ilmu kesehatan lingkungan)‏.

Secara garis besarnya, sampah dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :

              1. Sampah An Organik (undegradable waste) : Sampah tidak mudah hancur atau lapuk bukan berupa cairan dan gas dan sering disebut sebagai sampah kering. Sampah an organik dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

  • Barang lapuk barang yang dapat didaur ulang kembali dalam keadaan bersih dan tidak rusak, mempunyai nilai ekonomis tinggi. Contoh : Logam, besi, kaleng, plastik, karet, dan lain-lain.

  • Bukan barang lapuk sampah an organik yang betul-betul rusak dan tidak dapat diperjual belikan sehingga tidak mempunyai nilai ekonomis.

              1. Sampah organik (biodegradable waste) adalah sampah yang mudah lapuk atau hancur, bukan berbentuk cairan atau gas dan sering disebut sampah basah. Sampah organik tersebut terdiri dari 3 bagian :

  • Sampah organik segar seperti : sampah dapur, kebun, pasar, dan restoran.

  • Sampah organik oleh seperti : kertas, kardus, dan lain-lain

  • Sampah organik pilihan untuk daur ulang menjadi kompos dipilih sampah organik yang segar dan lunak tidak termasuk yang keras dan berbentuk basah seperti sisa sayuran, rempah-rempah dan sisa buah.

              1. Sampah berbahaya (hazardous waste) adalah sampah yang harus ditangani secara khusus untuk menetralisir akibat pencemaran. Sampah ini harus dipisahkan dari yang lainnya sehingga proses daur ulang lebih cepat dan menghasilkan produk yang bebas dan bahan berbahaya. Contoh : pecahan kaca dan gelas, sisa bahan kimia, baterai, botol obat nyamuk dan paku.

Dari definisinya dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya sampah itu tidak diproduksi melainkan ditimbulkan (solid waste is generated, not produced). Oleh karena itu dalam menentukan metode penanganan yang tepat, penentuan besarnya timbulan sampah sangat ditentukan oleh jumlah pelaku dan jenis serta kegiatannya.

Penanggulangan sampah adalah suatu upaya untuk mengurangi volume sampah atau merubah bentuk menjadi lebih bermanfaat antara lain dengan cara pengomposan, pengeringan, dan pendaur ulangan, dan lain sebagainya (Anonim 2008).

  1. Pengertian Metode 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

Keterlibatan masyarakat dalam pengelolahan sampah merupakan salah-satu faktor teknis untuk menanggulangi persoalan sampah lingkungan pemukiman dari tahun ke tahun yang semakin kompleks. Oleh karena itu pengelolahan sampah yang terdesentralisasi sangat membantu dalam meminimalisasi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengelolaan sampah tidak berjalan dengan efektif dan efisien karena pengelolaan sampah bersifat terpusat. Selain itu, sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah basah dan sampah kering. Padahal pengelolaan sampah di lingkungan terbesar dimulai dari lingkungan terkecil, seperti RT atau RW. Sistem pengelolaan sampah seperti lebih efektif karena dapat mengurangi atau menurunkan volume sampah yang ada.

Penulis berusaha memberikan solusi kontribusi yang efektif dalam penanggulangan permasalahan sampah yang bisa diterapkan dalam keseharian melalui metode 3 R, yaitu:

  • Reduce (mengurangi)

Artinya meminimalisir jumlah barang atau material yang kita pergunakan. Semakin kecil jumlah barang yang kita gunakan semakin kecil pula sampah yang akan dihasilkan.

  • Reuse (memakai kembali)

Artinya menggunakan kembali komponen-komponen sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Pemakaian dua kali berarti dapat meningkatkan efisiensi barang. Dalam hal ini, penggunaan barang-barang yang disposable (sekali pakai) perlu dihindari.

  • Recycle (mendaur ulang)

Artinya mengubah manfaat barang yang sudah digunakan menjadi barang lain. Proses daur ulang ini merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga pembangunan lingkungan yang bekelanjutan (sustainable environment development). Pada dasarnya, sampah bukanlah limbah, akan tetapi sampah merupakan bahan baku untuk proses daur ulang yang dapat menghasilkan barang bernilai guna yang lain. Daur ulang juga berperan dalam mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

BAB III

PEMBAHASAN


Dewasa ini masalah sampah merupakan fenomena sosial yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak, karena setiap manusia pasti memproduksi sampah, disisi lain masyarakat tidak ingin berdekatan dengan sampah. Seperti kita ketahui bersama bahwa sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada lingkungan. Gangguan yang ditimbulkan meliputi bau, penyebaran penyakit hingga terganggunya estetika lingkungan.

Kedudukan pemerintah sangat strategis dalam hal memberikan perlindungan terhadap lingkungan seperti pembuatan kebijakan serta berperan untuk memfasilitasi dan mendorong gerakan kepedulian terhadap lingkungan.

Secara umum kegiatan penanggulangan permasalahan sampah yang telah dilakukan di kabupaten pasuruan selama ini meliputi 3 tahapan kegiatan, yakni : pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir. Aboejoewono (1985) menggambarkan secara sederhana tahapan-tahapan dari proses kegiatan dalam pengelolaan sampah sebagai berikut :

  1. Pengumpulan

Pengumpulan diartikan sebagai pengelolaan sampah dari tempat asalnya sampai ketempat pembuangan sementara sebelum menuju tahapan berikutnya. Pada tahapan ini digunakan sarana bantuan berupa tong sampah, bak sampah, dan peti kemas sampah, gerobak dorong maupun tempat pembuangan sementara (TPS/dipo). Untuk melakukan pengumpulan, umumnya melibatkan sejumlah tenaga yang mengumpulkan sampah setiap periode waktu tertentu.


  1. Tahapan Pengangkutan

Tahapan pengangkutan dilakukan dengan menggunakan sarana bantuan berupa alat transportasi tertentu menuju ke tempat pembuangan akhir atau pengolahan. Pada tahapan ini juga melibatkan tenaga yang pada periode waktu tertentu mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara ketempat pembuangan akhir (TPA).


  1. Tahap Pembuangan Air atau Pengolahan

Pada tahap pembuangan akhir atau pengolahan sampah akan mengalami pemprosesan baik secara fisik, kimia, muapun biologis sedemikian hingga tuntas penyelesaian seluruh proses.

Pengelolaan sampah, terutama dikawasan perkotaan, dewasa ini dihadapkan kepada berbagi permasalahan yang cukup kompleks. Permasalahan-permasalahan tersebut meliputi tingginya laju timbulan sampah yang tinggi, kepedulian masyarakat ( human behavior) yang masih sangat rendah serta masalah pada kegiatan pembuangan akhir sampah ( final disposal) yang selalu menimbulkan permasalahan tersendiri.


A. Penyebab Kurang Optimalnya Penanggulangan Permasalahan Sampah

Dewasa ini penanggulangan sampah di kabupaten pasuruan masih menggunakan paradigma lama yaitu kumpul-angkut-buang. Source reduction (reduksi dari sumbernya) atau pemilahan sampah tidak pernah berjalan dengan baik. Meskipun telah ada upaya pengomposan dan daur ulang, tapi masih terbatas dan tidak sustainable. Pembakaran sampah dengan insinerator-pun dianggap hanya memudahkan masalah ke pencemaran udara. Regulasi pengelolaan sampah-pun masih diatur secara parsial dan sektoral. Belum adanya undang-undang yang dipahami secara integral yaitu keterkaitannya dengan aspek lain seperti tata ruang, sosial politik, kesehatan, kemiskinan, peluang usaha inventasi, ketanagakerjaan, teknologi dan lingkungan hidup.

Beberapa penyebab kurang optimalnya penggulangan permasalahan sampah di kabupaten pasuruan, yakni :

        1. Belum adanya penanganan sampah di sumber sampah

Dari segi pengumpulan sampah dirasa masih kurang efisien karena mulai dari sumber sampah sampai ke tempat pembuangan akhir, sampah belum dipilah-pilah sehingga kalaupun akan diterapkan teknologi lanjutan berupa komposting maupun daur ulang perlu tenaga untuk pemilahan sesuai dengan jenis sampahnya, di samping itu pemilahan sampah perlu dana yang besar dan menyita waktu.

        1. Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah

Tempat pembuangan akhir sampah menimbulkan masalah yang antara lain:

    1. Perlu lahan yang sangat besar,di kabupaten pasuruan lahan yang kosong dan luas sudah langka. Sistem pembuangan dengan memanfaatkan TPA hanya cocok bagi perkotaan yang masih banyak mempunyai lahan yang tidak terpakai. Apalagi bila kota tersebut penduduknya bertambah, maka sampah akan menjadi semakin bertambah pula. Peningkatan kuantitas penduduk yang diikuti dengan peningkatan jumlah sampah mengakibatkan dibutuhkannya lahan yang lebih luas lagi untuk TPA. Apabila instansi incinerator yang ada tidak dapat mengimbangi jumlah sampah yang masuk jumlah timbunannya semakin lama semakin meningkat. Lalu dikhawatirkan timbul berbagai masalah sosial dan lingkungan, diantaranya :

  • Dapat menjadi lahan subur bagi pembiakan jenis-jenis bakteri serta bibit penyakit lain

  • Dapat menimbulkan bau tidak sedap yang dapat tercium dari puluhan bahkan ratusan meter dan

  • Dapat mengurangi estetika lingkungan

    1. Biaya operasional sangat tinggi bagi pengumpulan, pengangkutan dan pengolahan lebih lanjut. Apalagi bila letak TPA jauh dan bukan di wilayah otonomi

    2. Pembuangan sistem open dumping (penimbunan secara terbuka) dapat menimbulkan beberapa dampak negatif terhadap lingkungan. Selain menimbulkan bau tidak enak juga dapat menjadi tempat pembiakan bibit penyakit seperti : lalat, tikus, dan lain-lain (Sidik et.al, 1985)

    3. Pembuangan dengan cara sanitary landfill ( pembuangan secara sehat), walaupun dapat mencegah timbulnya bau, penyakit dan lainnya, tapi masih memungkinkan muncul masalah lain yakni.

  • Timbulny gas yang dapat menyebabakan pencemaran udara

  • Pada proses penimbunan, sebaiknya sampah diolah terlebih dahulu dengan cara dihancurkan dengan tujuan untuk memperkecil volume sampah agar memudahkan pemampatan sampah. Untuk melakukan ini tentunya perlu tambahan pekerjaan yang berujung pada tambahan dana.

        1. Pengangkutan sampah dengan sistem konvesional ( kumpul – angut – buang ). Sistem penanganan permasalahan sampah seperti tingkat pelayanannya belum 100% mampu mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan.

        2. Belum tersedia sarana dan prasarana persampahan yang mendukung ( wadah, sampah, TPS, sarana pengangkutan yang terpisah antara sampah botol, kertas, dan sampah basah dan kering)

        3. Belum optimalnya keterlibatan masyarakat secara aktif dalam penanganan dan pegelolaan sampah

        4. Belum maksimalnya usaha pemasaran bagi kompos yang dihasilkan dari proses pemprosesan sampah dan belum memasyrakatnya pengomposan skala rumah tangga.

        5. Belum maksimalnya upaya sistem daur ulang menjadi barang-barang yang bernilai ekonomi tinggi

        6. Sulit mendapatkan tambahan biaya bagi peningkatan kesejahteraaan petugas yang terlibat dalam penanganan sampah. Hal ini tentu akan berakibat pada kegairahan kerja yang rendah dari para pengelola


  1. Optimalisasi Penanggulangan Permasalahan Sampah melalui Metode

3 R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

Pada dasarnya penanggulangan permaasalahan sampah yang dilakukan melalui TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sudah tidak relevan lagi dengan lahan yang semakin sempit dan pertambahan penduduk yang semakin pesat, sebab apabila hal ini terus dipertahankan akan membuat kota dikepung ” Lautan sa mpah ” sebagai akibat kerakusan pola ini terhadap lahan dan volume sampah yang terus bertambah. Pembuangan yang dilakukan dengan pembuangan sampah secara terbuka dan ditempat terbuka juga berakibat meningkatnya intensitas pencemaran.selain itu yang paling dirugikan dan selama ini tidak ini dirasakan oleh masyarakat adalah telah dikeluarkannya milyaran rupiah untuk membuat dan mengelolah TPA

Cara mengoptimalkan penangulangan permasalahan sampah yang ideal adalah dengan cara membuag sekaligus memanfaatkan sampah sehingga selain kita membersikan lingkungan, juga menghasilkan manfaat dan kegunaan baru dari sampah tersebut. Hal ini secara ekonomi akan mengurangi biaya penanganan permasalahan sampah tersebut (Murtadho dan Said, 1987)

Untuk memenuhi target keoptimalan penanggulangan permasalahan sampah yang memadai pada masyarakat, perlu diciptakan iklim yang kondusif untuk menunjang peran serta masyarakat. Sosialisasi konsep 3R (reduce, reuse dan recycle) adalah target utama yang harus ditempuh. Diperlukan kampanye sadar kebersihan untuk mendorong masyarakat untuk mengumpulkan sampah ditempatnya, bukan membuang sampah ditempatnya.

Mengolah sampah dengan sistem 3R disumber sampah,diawali dengan pemilahan sampah. Dengan penerapan sistem 3R maka pengurangan dan pengolahan sampah tidak hanya dilakukan di hilir saja (di TPA) , tapi mulai bergerak ke arah hulu (sumber sampah dan TPS.

Langkah-langkah optimalisasi penanggulangan permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan melalui 3R dapat dilakukan dengan cara :

              1. Pemilahan sampah di kantor pemerintahan dan gedung-gedung sekolah

a). Sudah mulai di kantor dinas PU, UPTD dan di kantor TPA

b). Pusat pemerintahan dan seluruh kantor Dinas di Kabupaten Pasuruan

c). Kantor kecamatan dan kelurahan

              1. Sosialisasi masyarakat melalui beberapa cara antara lain penyuluhan di sekolah, kecamatan, kelurahan, melalui surat kabar, radio, brosur, sticker dan lain-lain untuk menampaikan informasi tentang :

                1. Cara memilah sampah:

kotak I : untuk sampah botol dan kertas

kotak II : untuk sampah basah

kotak III: untuk sampah kering

Kotak IV: untuk B3 (bahan beracun dan berbahaya)

                1. Kebutuhan sarana tempat sampah yang terpisah dengan label yang informatif dan mudh dimengerti oleh pengguna tempat sampah.

                2. Keuntungan memilah sampah

                3. Pengenalan kmposer skala rumah tangga dan komposer komunal

              1. Mengembangakan dan menerapkan sistem insentif dan perlu di dalam pelaksanaan reduce-reuse-reproduce.

              2. Menambah anggaran dana baik kabupaten / perkotaan dalam upaya pengagulangan permaslahan sampah.

              3. Perlu dibuat aturan hukum yang bersifat mengikat dan berlalu bagi masyarakat agar dapat mengikuti aturan-aturan 3R bagi yang terlaksananya penanggulangan permasalhan sampah..Hal ini untuk membiasakan mentalitas masyarakat sebagai pemproduksi sampah.

              4. Pengembangan dan perbaikan infrastruktur, teknologi, sarana, prasarana ,kelembagaan produksi ,distribusi ,pemasaran dan pengolahan sistem 3R.

              5. Pemanfaatan bahan kompos untuk taman kota dalam bentuk kampanye penghijauan denagn contoh-contoh hasil nyata 3R sebagai upaya promosi ke masyarakat luas.

              6. Studi pemilihan terpadu dengan melibatkan lembaga peneliti, pemerhati,dan praktisi guna mencari data sedetal mungkin mengenai sampah, sehingga akan keluar korelasi antara input dan output, pada akhirnya akan memudahkan perencanaan sistem penanganan sampah 3R.

              7. Pemerintah dan aparat terkait menjadi fasilitator dan konduktor metode 3R.

Pelaksanaan sosialisasi dan kampanye massal mengenai 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle)

              1. Pemberian pelatihan metode 3 R sebagai sistem penanganan permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan yang dapat dilakukan dengan cara bekerjasama dengan daerah-daerah yang sudah berhasil menerapkan sistem 3 R, seperti Surabaya dan Kelurahan Kamal di Jakarta Barat. Juminta, salah seorang warga Kelurahan Kamal di Jakarta Barat telah berhasil mendaur ulang timbunan sampah di daerahnya menjadi batako lumpur yang bernilai ekonomis. Demikian juga dengan Sudarmo, warga Surabaya yang telah berhasil mengubah tumpukan samapah di daerahnya menjadi batako sampah atau yang ia beri nama batem (batu bata dengan isi tengah macem-macem). Batako buatan Sudarno mampu menahan beban hingga 2,5 ton. Padahal batako biasa hanya mampu menahan beban 250 kg. Kebrhasilan dua warga ini dimulai dengan adanya bekal pelatihan yang diberikan oleh pemerintah setempat. Oleh karena itulah, pemberian pelatihan penanggulangan sampah melalui sistem 3 R akan mampu mengatasi permasalahan sampah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

BAB IV

PENUTUP


  1. Kesimpulan

Dari berbagai uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa:

    1. Penyebab kurang optimalnya penanggulangan permasalahan sampah di Kabupaten Pasuruan, antara lain:

      • Belum adanya penanganan sampah disumber sampah

      • Timbulnya permasalahan pembuangan akhir di TPA diantaranya:

        • Perlu lahan yang luas bagi pembangunan dan pendirian TPA

        • Biaya operasional yang sangat tinggi

        • Munculnya bau tidak enak di tempat pembiakan penyakit akibat open dumping.

        • Pencemaran udara akibat sanitary landfill.

      • Pengangkutan sampah dengan sistem konvensinal sehinggga tingkat pelayanannya kuran dari 100%

      • Sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang kurang mendukung.

      • Belum optimalnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah

      • Pemasaran kompos sebagai hasil dari pengolahan komponen sampah yang belum maksimal.

      • Belum memasyarakatnya pengomposan skala rumah tangga.

      • Sistem daur ulang belum maksimal

      • Sulitnya mendapat tambahan biaya bagi penigkatan kesejahteraan petugas yang teribat dalam penanganan sampah.

    2. Cara mengoptimalisasi penanggulangan permaslahan sampah melalui metode 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle )

  • Pemilahan sampah di sumber sampah (di kantor pemerintahan, rumah-rumah dan gedung-gedung sekolah)

  • Sosialisasi metode 3R pada masyarakat tentang cara memilah sampah, kebutuhan sarana tempat sampah terpisah dan dengan ditempeli label informatif

  1. Saran

    1. Bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan

        • Pemerintah Kabupaten Pasuruan perlu terus berupaya melakukan sosialisasi pemilahan sampah berdasarkan jenis-jenisnya sehingga mempermudah sistem penanganan pengelolaan sampah selanjutnya.

        • Perlunya penambahan sarana tempat sampah berdasarkan jenisnya masing-masing (Kotak I : untuk sampah basah, Kotak II: untuk sampah kering, kotak III: untuk sampah botol dan kertas, serta kotak IV: untuk sampah yang mengandung bahan beracun dan berbahaya).

        • Perlunya pemerintah Kabupaten Pasuruan memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui metode 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle)

        • Pemberian kredit dan pinjaman usaha pada UKM-UKM yang memanfaatkan daur ulang dari komponen-komponen sampah sebagai produksinya

        • Perlunya kerjasama antara Dinas Kebersihan, Sekolah-sekolah, gedung-gedung perkantoran serta dinas-dinas terkait dengan UKM-UKM di Kabupaten Pasuruan untuk mesukseskan program penanggulangan sampah secara terpadu.

    2. Bagi Masyarakat Setempat

        • Seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Pasuruan berperan akif dalam sosialisasi serta penerapan pengelolaan sampah melalui sistem 3R demi keberhasilan program mengurangi dampak global warming serta pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan (sustainable environment development) di Kabupaten Pasuruan

    By : Surotul Ilmiyah, siswi SMA Al-Yasini